Bersama Masyarakat Polsek Loa Janan Temukan Mayat Tenggelam

Humas Reskukar– Malang nasib Br, seorang kakek berusia 50 tahun ditemukan tewas tenggelam di Perairan Sungai Loa Haur, RT 10, Dusun Karya Baru, Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (1/12/2018) pagi sekitar pukul 08.30 wita.

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, melalui Kapolsek Loa Janan AKP M Dahlan Djauhari menerangkan, penemuan jasad Br pertama kali diketahui oleh Saimin (35) warga sekitar. Saat itu Saimin hendak berangkat untuk mengambil air aren yang letaknya di seberang Sungai Loa Haur menggunakan perahu ketinting.

“ Jadi saat saksi (Saimin,Red.) mengemudikan perahu ketinting sekitar 300 meter dari rumahnya, saksi melihat sesosok mayat mengapung terombang-ambing di atas sungai dan tersangkut kayu,” kata Djauhari kepada harian ini, Minggu (2/12/2018) malam.

Karuan saja, Saimin langsung bergegas memutar balik arah perahu ketintingnya dan bergegas mendatangi Amat, Ketua RT 10. Kemudian keduanya kembali ke lokasi mayat tersebut dan membawanya ke arah tepian sungai.

“ Saat tiba di pinggiran sungai, kedua saksi datang ke Polsek Loa Janan dan melaporkan penemuan mayat tersebut,” jelas Djauhari.

Setelah dievakuasi, warga sekitar mengenali sosok mayat tersebut. Dia adalah Br, seorang petani yang tinggal di RT 11 Desa Loa Duri Ulu. Kemudian warga langsung mendatangi pihak keluarganya untuk memberikan kabar duka tersebut.

“ Pihak keluarga ikhlas dan menolak untuk dilakukan autopsi. Dari hasil visum luar juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, sehingga langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan,” tutur Kapolsek.

Dari keterangan keluarga, Br terakhir terlihat saat Sabtu pagi ketika hendak berangkat ke kebun yang jaraknya 15 menit dari rumah.

“ Mungkin saat menuju kebun korban terpeleset dan masuk ke dalam sungai, hingga akhirnya ditemukan tewas,” pungkas Djauhari. (bay)

Tim Aligator Amankan Ratusan Miras Ilegal

humas reskukar – Sebanyak ratusan botol minuman keras (miras) illegal atau tidak berijin berhasil diamankan Tim Alligator Satrekrim Polres Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (30/11/2018) lalu. Miras berbagai merek tersebut diamankan dari dua warung di Kecamatan Tenggarong, Kukar dibawah pimpinan Kanit Opsnal Ipda Aksaruddin Adam.

“ Jumlahnya ada 175 botol. Itu kami amankan dari dua warung di Jalan Kinibalu Tenggarong,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kasat Reskrim AKP Damus Asa kepada harian ini, Minggu (2/12/2018) sore.

Kemudian lanjutnya, ini merupakan penertiban dan penindakan miras illegal dalam rangka Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) di wilayah hukum Polres Kukar.

“ Itu semua berkat informasi dari masyarakat yang merasa resah. Pasalnya di dua warung tersebut menjual miras berbagai golongan tanpa ijin yang sah,” ungkap Damus, lagi.

Esok harinya (1/12/2018) sekitar pukul 21.00wita, petugas gabungan Polres Kukar dibawah pimpinan Kabag Sumda Kompol Kemis melakukan Operasi Cipkon di Jembatan Kukar, Tenggarong. Dengan melibatkan ratusan personel, dilakukan pemeriksaan kendaraan roda 2 dan roda 4.

“ Sasaran dalam operasi cipkon ini adalah senjata tajam (sajam), senjata api (senpi) dan narkoba. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor,” jelas Kabag Sumda Polres Kukar, Kompol Kemis kepada wartawan.

Untuk hasil rajia yang berlangsung hingga pukul 22.49 wita tersebut, petugas berhasil menindak 40 pelanggar. (bay)

Lebih Dekat Dengan Masyarakat, Polsek Kenohan Jalin Silaturahmi

Humas Reskukar –  Kepolisian Sektor Kenohan, Jumat (30/11/2018) siang kemarin sekitar pukul 13.30 wita menggelar pengajian bersama ibu-ibu Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Mushola Babul Jannah Polsek Kenohan dan dihadiri langsung Kapolsek Kenohan Iptu Muhammad Julaini dan personel.

“ Selain bertujuan untuk mempererat silaturahmi, kegiatan ini dilaksanakan guna menindaklanjuti 7 program prioritas Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar,” kata Iptu Julaini kepada wartawan.

Selain pengajian, dilaksanakan pula sholawat bersama dan tausiah agama yang disampaikan oleh Ustad Mijan. Dikesempatan itu, Julaini menyampaikan beberapa hal kepada para jamaah, antara lain program kerja dan motto Polres Kukar Sigap, kemudian bahayanya paham radikalisme, serta mengajak masyarakat untuk menghindari konflik.

“ Saya juga berpesan kepada masyarakat, apabila ada yang mengetahui informasi penting yang bersangkutan dengan keamanan atau gangguan kamtibmas, agar selalu melaporkannya kepada Polsek Kenohan. Terutama bila mendengar isu sara, segera laporkan dan jangan main hakim sendiri,” tegas Julaini.

Dalam kegiatan yang berlangsung hingga pukul 15.45 wita tersebut, Kapolsek juga mengajak masyarakat agar bisa bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan demi tegaknya NKRI. Kemudian jangan mudah percaya berita hoaks serta membuka saluran komunikasi secara langsung dengan masyarakat sekitar guna meredam konflik antar suku, agama dan etnis. (bay)

Polsek Muara Kaman Kembali Ungkap Penyalahgunaan Narkoba

Humas Reskukar – Maraknya peredaran narkoba di wilayah hukum Kutai Kartanegara (Kukar) membuat aparat Kepolisian gencar lakukan penangkapan. Setelah sebelumnya berhasil menangkap Jn (50) di Desa Muara Kaman Ilir, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Muara Kaman kembali menangkap dua pengedar narkoba, Jumat (30/11/2018) kemarin.

Mereka berinisial FS (26) warga Desa Sumber Sari, Kecamatan Kota Bangun dan Rd (34) warga Desa Sungai Meriam, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Keduanya ditangkap di Kecamatan Muara Kaman, Kukar.

“ Keduanya ditangkap dilokasi yang berbeda. FS kami tangkap di Jalan Poros Desa Sabintulung sekitar pukul 1 dini hari, sedangkan Rd ditangkap di Desa Benua Puhun sekitar pukul 5 sore,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, melalui Kapolsek Muara Kaman AKP TM Panjaitan kepada harian ini, Sabtu (1/12/2018) pagi.

Terungkapnya kasus ini bermula adanya informasi dari masyarakat bahwa di Jalan Poros Desa Sabintulung kerap terjadi transaksi narkoba. Kemudian Unit Reskrim Polsek Muara Kaman melakukan penyelidikan dilapangan. Setibanya di lokasi, petugas melihat seorang pria tampak mencurigakan.

Khawatir pris tersebut kabur, petugas langsung menciduk dan melakukan penggeledahan. Dari tangan pria berinisial Fr itu, petugas menemukan satu poket narkoba jenis sabu di saku celananya. Kemudian dilakukan pengembangan ke mess tempatnya bekerja di Desa Lebaho Ulak, petugas kembali menemukan 27 poket sabu siap edar seberat 14,66 gram.

“ Dari pengakuan pelaku (Fr,Red.) sabu itu merupakan milik temannya berinisial Rd. Selanjutnya kami kembali mendatangi Rd yang tinggal di Desa Benua Puhun,” ucap Panjaitan.

Penindakan terhadap Rd dilakukan petugas sekitar pukul 5 sore. Saat itu Rd sedang duduk di depan rumah. Sewaktu melihat ada petugas, Rd sempat mencoba melarikan diri. Namun berkat kesigapan petugas, Rd berhasil diamankan.

“ Dari tangan Rd kami kembali mengamankan 2 poket narkoba seberart 2,72 gram lengkap dengan timbangan dan bukti lainnya, serta bukti transfer pembelian dari bandar asal Samarinda,” beber Kapolsek.

Menariknya lagi, kepada petugas Rd mengaku biasa memesan barang haram itu melalui seorang Narapidana (Napi) di dalam Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Tenggarong melalui via telepon. Kemudian Napi tersebut yang menyampaikan pesanan Rd kepada bandar di Samarinda.

“ Biasanya pelaku memesan sabu sebanyak 40 gram kepada Napi tersebut. Kemudian barang itu dikirim dari Samarinda oleh seorang kurir hingga diantar ke rumahnya di Desa Benua Puhun dan pembayaran dilakukan via transfer rekening,” cetus Panjaitan.

Saat ini Fr dan Rd sudah ditahan di Mapolsek Muara Kaman. Keduanya dijerat dengan Pasal 114 jo Pasal 112 Undang-undang Republik Indonesia (UURI) Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (bay)

Polsek Muara Kaman Tangkap Pengedar Sabu Saat Transaksi

Humas Reskukar – Kepolisian Sektor Muara Kaman berhasil menangkap satu pengedar narkoba berinisial Jn (50) warga Desa Segihan RT 2, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dia ditangkap di Desa Muara Kaman Ilir, Kecamatan Muara Kaman, Kukar, Jumat (30/11/2018) pagi sekitar pukul 09.00 wita.

“ Pelaku kami tangkap saat mau bertransaksi narkoba jenis sabu di pinggiran sungai di Desa Muara Kaman Ilir. Dari tangan pelaku kami mengamankan 6 poket sabu seberat 19,69 gram yang disembunyikan di perahu ketinting,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, melalui Kapolsek Muara Kaman AKP TM Panjaitan kepada harian ini, Sabtu (1/12/2018) pagi.

Panjaitan menerangkan, kasus ini terungkap saat petugas Polsek Muara Kaman mendapatkan informasi bahwa di Desa Muara Kaman Ilir, tepatnya dipinggiran sungai sering terjadi transaksi narkoba. Mendapatkan info tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan.

“ Sewaktu di lokasi, anggota melihat seorang pria yang sedang berdiri sendirian dipinggiran sungai dan tampak mencurigakan,” kata Kapolsek.

Kemudian lanjutnya, petugas langsung mendatangi pria itu. Karuan saja, Jn yang mengaku sedang menunggu teman tampak gelisah dan menambah kecurigaan petugas. Tanpa menunggu lama, Jn langsung diamankan dan dilakukan penggeledahan.

“ Saat kita geledah ditubuhnya tidak ditemukan apa-apa, tapi saat kita memeriksa perahu ketinting miliknya, kami temukan narkoba sebanyak 6 poket yang disimpan di tas selempang,” terang Panjaitan.

Selain 6 poket sabu, petugas juga mengamankan 1 buah inex warna biru, beserta barang bukti lainnya termasuk uang tunai Rp 1 juta. Narkoba yang dibawanya tersebut rencananya akan diambil oleh seorang pembeli. Tapi saat melihat Jn ditangkap, pembeli tersebut memutarbalik arah perahu ketintingnya dan kabur.

“ Pembelinya kabur pakai perahu ketinting, sehingga mempersulit pengejaran. Tapi identitasnya sudah kami ketahui,” tutur Panjaitan.

Usai diamankan, Jn langsung dibawa ke Mapolsek Muara Kaman untuk diperiksa. Saat ini Jn sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal  114 Ayat (2) Jo Pasal 112 Ayat (2) UURI Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman pidana kurungan maksimal 20 tahun. (bay)

Salah Gunakan Sabu, Buruh Sawit Diringkus Polsek Anggana

HUMAS RESKUKAR – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Anggana berhasil menangkap dua pemain narkoba. Mereka berinisial Bh (30) dan Sp (55) warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Keduanya ditangkap, Kamis (29/11/2018) sore sekitar pukul 16.30 wita di sebuah rumah di Desa Sidomulyo, Anggana.

“ Dari tangan keduanya kami mengamankan 2 poket narkoba jenis sabu. Bh merupakan buruh perkebunan kelapa sawit, sedankan Sp adalah waker di salah satu perusahaan tambang batubara di Anggana,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Anggana Iptu Baharuddin kepada harian ini, Sabtu (1/12/2018) pagi.

Terungkapnya kasus ini bermula adanya informasi bahwa di sebuah rumah di Desa Sidomulyo sering dilakukan sebagai tempat transaksi narkoba. Mendapatkan info tersebut, Unit Reskrim Polsek Anggana langsung melakukan penyelidikan dilapangan dipimpin langsung Kapolsek Anggana.

“ Waktu di TKP anggota mengetahui ada seseorang yang sedang menggunakan narkoba di dalam kamar milik Sp,” ucap Baharuddin.

Tanpa menunggu lama, petugas langsung melakukan penggerebekan di dalam kamar. Ketika dibuka pintunya, Bh yang sedang asik menikmati sabu langsung kalang kabut melihat petugas kepolisian. Bahkan Sp yang juga berada di dalam kamar itu tidak bisa berkutik dan pasrah setelah diciduk.

Usai diamankan, petugas langsung membawa Bh dan Sp ke Mapolsek Anggana untuk diperiksa lebih lanjut. Dari tangan Bh petugas mengamankan 1 poket sabu di kantong celananya, sedangkan 1 poketnya lagi di tas kecil milik Sp.

“ Jadi sabu itu adalah milik Sp, sementara Bh hanya konsumen yang datang membeli. Namun ketika Bh hendak membeli barang seharga Rp 100 ribu, Sp mengatakan sudah habis. Sehingga Sp meminta Bh untuk membantu membersihkan rumput dan upahnya sabu yang dipakai,” beber Kapolsek.Selain sabu seberat 0,2 gram, petugas juga mengamankan uang tunai Rp 450 ribu dari hasil penjualan Sp. Keduanya saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat denggan Pasal  114 Ayat (1) Sub Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 127 UURI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

 Sp ini sudah lama jadi TO (Target Operasi) kami,” tegas Baharuddin.