Kapores Kukar Gelar Kejuaraan Karate Inkanas I 2019

HUMAS RESKUKAR – Bertempat di gedung Futsal Komplek Stadion Aji Imbut Kec. Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartamegara telah dilaksanakan Kejuaraan Karate Inkanas I 2019 oleh Polres Kutai Kartanegara dalam rangka mensosialisasikan Millenial Road Safety Festival (MRSF) maupun mencetak atlet Karateka muda berprestasi di Wilayah Kab. Kukar, Minggu (03/02/2019) siang kemarin.

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Wakapolres Kukar Kompol Wiwit Adisatria selaku Ketua Panitia Harian mengatakan berawal dari semangat membina atlet Karateka muda agar mampu bersaing di tingkat Daerah, Nasional bahkan Internasional, kami dari Polres Kukar mengadakan kejuaraan ini bertepatan dengan kegiatan Milenial Road Safety Festival (MRSF) yang merupakan upaya kampanye keselamatan berlalu lintas.

“Maksud dan Tujuan Kejuaraan ini diselenggarakan sebagai ajang bagi para atlet muda karate di setiap ranting wilayah Kab. Kukar yang berbakat dan berprestasi untuk dibina dan diproyeksikan ke tingkat Daerah & Nasional, disamping itu juga sebagai ajang seleksi kejuaraan Daerah Inkanas Piala Kapolda Cup I 2019 di Samarinda bulan Februari ini .” lanjut Kompol Wiwit.

Kejuaraan karate Inkanas Kapolres Cup 1 ini, di ikuti 120 peserta dari sejumlah ranting di Kutai Kartanegara, dengan mempertandingkan beberapa kelas yaitu, usia dini, pra pemula, pemula, kadet, junior dan U-21.

“Diharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan Tali Silaturahim dan Persaudaraan antara sesama Karate-ka di Kutai Kartanegara dan sebagai bentuk persiapan dalam rangka menghadapi kejuaraan-kejuaraan Karate baik dalam level Perguruan & Forki.” Tutup Wiwit

Polsek Tenggarong Amankan 4 Pemuda Pelaku Pengeroyokan

HUMAS RESKUKAR – Seorang pemuda berusia 25 tahun bernama Luki Purnomo babak belur di keroyok sejumlah pemuda saat sedang menyaksikan pertunjukan kuda lumping di Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (2/2) dini hari.

Akibat pengeroyokan tersebut, pemuda yang tinggal di Jalan Etam, Kelurahan Jahab, Tenggarong itu harus mendapatkan penanganan intensif di rumah sakit.

“ Korban masih dirawat karena mengalami luka dibagian kepala dan pinggangnya,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar didampingi Kapolsek Tenggarong Iptu Triyadi kepada harian ini, Minggu (3/2) sore kemarin.

Pengeroyokan itu, jelas Kapolsek, berawal saat Luki sedang duduk sambil menyaksikan pertunjukkan kuda lumping dalam rangka Hari Jadi Desa Rapak Lambur sekitar pukul 00.30 Wita. Tiba-tiba sekelompok pemuda melintas di depannya dan terjadilah tatap-menatap antara Luki dengan salah satu pemuda di rombongan itu.

Merasa tatapan itu seperti menantang, Luki langsung mendatangi pemuda itu dan menyinggungnya. Ternyata apa yang dikatakan Luki membuat pemuda itu tersinggung dan langsung mengajak Luki untuk ke tempat yang agak jauh dari keramaian.

“ Saat itulah terjadi perkelahian hingga korban dikeroyok sebanyak empat orang sampai babak belur,” jelas Kapolsek.

Tak lama setelah itu, rekan Luki yang melihat pengeroyokan langsung menyelamatkannya dan membawa Luki pulang ke rumah. Selanjutnya Luki dibawa ke rumah sakit karena menderita luka yang serius.

“ Besok paginya baru kita mendapatkan laporan pengeroyokan itu. Kemudian saya bersama Wakapolsek dan Kanit Reskrim langsung turun ke lapangan untuk mencari siapa para pemuda yang mengeroyok korban,” terang Kapolsek.

Ternyata bebernya, pemuda yang mengeroyok Luki sebanyak empat orang itu merupakan anak pencak silat. Mereka bernama Ivan Vendryanto (26), Andi Sandjaya (19), Rizk Santoso (24) dan seorang pelajar berinisial RK (18), semuanya warga Desa Rapak Lambur.

“ Ke empat pemuda yang mengeroyok korban siang harinya kami jemput di Desa Rapak Lambur, kemudian kami bawa ke Polsek Tenggarong untuk diamankan,” urai Kapolsek.

Dalam kasus ini ke empat pemuda itu di jerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

“ Mereka tidak saling kenal, bahkan tidak ada masalah sebelumnya. Pengeroyokan itu hanya gara-gara saling tatap menatap sehingga timbulnya ketersinggungan,” ungkap IPTU Triyadi Kapolsek Tenggarong.

Coba Bermain Narkoba, Pria Ini Berurusan Dengan Polsek Tabang

HUMAS RESKUKAR – Peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) di wilayah hukum Kutai Kartanegara (Kukar) kian marak terjadi, bahkan terus merambah hingga ke pelosok terdalam. Hal tersebut dibuktikan dengan ditangkapnya seorang pengedar oleh Unit Reskrim Polsek Tabang.

Dia bernama PJP (26) warga pendatang asal Jalan Jati 2, RT 27, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda. Berhasil diamankan, Rabu (30/1/2019) malam lalu sekitar pukul 23.30 wita di Dusun Pondok Labu, Desa Buluq Sen, Kecamatan Tabang, Kukar.

“ Jadi pelaku ini aslinya warga dari Samarinda dan selama di Tabang menumpang di rumah kontrakan temannya di Desa Buluq Sen,” jelas Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar didampingi Kapolsek Tabang Iptu Mansur, Minggu (3/2/2019) siang kemarin.

Kemudian lanjut IPTU Mansur, terungkapnya kasus ini berkat adanya informasi dari masyarakat bahwa di sebuah rumah kontrakan di Desa Buluq Sen kerap terjadi transaksi narkoba. Mendapatkan informasi tersebut, Kapolsek memerintahkan Kanit Reskrim Bripka Raden Sukman Anugrah beserta personel untuk lakukan penyelidikan.

“ Saat dilapangan Kanit beserta anggota berhasil mengantongi identitas pelaku. Kemudian anggota melakukan pengintaian di kontrakan tempatnya menginap,” ucapnya.

Tepat sekitar pukul 23.30 Wita, petugas melihat seorang pria sedang berdiri sendirian di depan rumah kontrakan. Setelah dipastikan itu adalah PJP, petugas langsung menciduknya.

“ Langsung kami amankan dan kami minta untuk menunjukkan tempatnya menyimpan barang bukti,” tutur Kapolsek.

Tak bisa berkutik, terpaksa mengaku dan memberitahukan kepada petugas tempatnya menyimpan sabu. Kemudian Patuh membawa petugas untuk masuk ke dalam rumah dan mengarah ke kamar mandi.

“ Ternyata pelaku menyimpan sabu di bawah drum di kamar mandi. Disana kami temukan sebuah dompet berisikan 12 poket sabu lengkap dengan sendok takar dan plastik klipnya,” urai Kapolsek.

“ Dari pengakuan pelaku, dia membeli barang dari seorang Narapidana (Napi) di Lapas Samarinda berinisial P. Biasanya pelaku memesan barang kepada Napi tersebut sebanyak 2 gram melalui handphone. Setelah itu barulah pelaku mengambil barang yang dilempar dipinggir jalan oleh kurir suruhan Napi itu,” beber Kapolsek lagi.

Selanjutnya tambah Kapolsek, PJP merupakan pemain baru. Selama di Tabang, PJP (pelaku) berencana mencari pekerjaan sembari mengedarkan narkoba. Untuk berat sabu yang diamankan dari tangan PJP, mencapai 3,73 gram.

Akibat perbuatannya, Patuh saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) Jo 114 ayat (1) UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Hendak Transaksi, Pengedar Narkoba Diringkus Polsek Muara Jawa

HUMAS RESKUKAR – Belakangan ini, kasus Narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) menjadi “ Trend ” di sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Pasalnya, sejumlah polsek di jajaran Polres Kukar terus gencar melakukan penangkapan untuk memberantas peredaran narkoba yang merambah hingga ke pedalaman.

Kali ini, Unit Reskrim Polsek Muara Jawa kembali menangkap satu pengedar narkoba. Dia berinisial AR alias TW (37) warga Kelurahan Muara Jawa Pesisir, Kecamatan Muara Jawa Kukar. Dia ditangkap Sabtu (2/2/2019) sore sekitar pukul 18.10 Wita di Parkiran BNI, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Muara Jawa Ulu.

“ Dari tangan pelaku kami mengamankan dua poket sabu siap edar seberat 0,53 gram,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar didampingi Kapolsek Muara Jawa AKP Agus Arif Wijayanto kepada harian ini, Minggu (3/2/2019) kemarin.

Tertangkapnya AR bermula adanya informasi dari masyarakat bahwa akan ada transaksi narkoba di wilayah Kelurahan Muara Jawa Ulu, tepatnya di Parkiran BNI. Kemudian Kapolsek memerintahkan Kanit Reskrim Ipda Dedi beserta personel opsnal untuk melakukan penyelidikan dilapangan.

“ Disana Parkiran BNI anggota lakukan pengintaian. Setelah beberapa lama ditunggu, datang seorang laki-laki dengan menggunakan sepeda motor dan tampak mencurigakan,” ucap Kapolsek.

Ketika AR memarkirkan sepeda motor, petugas yakin kalau inilah pengedar yang dimaksud. Tanpa menunggu lama, petugas lalu meringkusnya.

“ Langsung disergap sama anggota, kemudian dilakukan penggeledahan. Saat itu anggota berhasil menemukan dua poket sabu di tangannya. Bahkan sabu itu hampir saja dibuang oleh pelaku, beruntung anggota sigap dan cepat mengamankannya,” urai Kapolsek.

Usai diamankan, AR lalu dibawa ke Mapolsek Muara Jawa untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dari pengakuan AR, barang haram itu biasa dibelinya dari Balikpapan dan di edarkan kembali di Muara Jawa.

“ Saat ini pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Dia kami jerat dengan Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1) UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara. Selain sabu, kami turut amankan sepeda motor dan handphonenya,”pungkas AKP Agus Kapolsek Muara Jawa.

Patroli Sat Sabhara Polsres Kukar Ke Kopi Pangku

HUMAS RESKUKAR  – Minggu (3/2/2019) sore kemarin, hujan bukan menjadi penghalang sejumlah personel Sabhara Polres Kutai Kartanegara (Kukar). Mereka tetap melaksanakan patroli menggunakan sepeda motor patroli meski harus basah kuyup di guyur hujan deras.

Dipimpin Kasat Sabhara Polres Kukar AKP Bitap Riyadi, sebanyak 10 unit sepeda motor patroli memulai perjalanan dari Mapolres Kukar menuju Jalur Dua Tenggarong – Samarinda.

“ Tadi kita berangkat dari polres Kukar ini saya menurunkan 10 unit personel didampingi KBO Sabhara Iptu Nursan dan Kanit Patroli Ipda Iwan,” kata Bitap kepada harian ini yang juga ikut saat berlangsungnya patroli.

Patroli ini, terang Bitap, merupakan kegiatan rutin Satuan Sabhara. Dimana kali ini, pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat adanya dugaan kegiatan prostitusi di warung yang dikenal dengan sebutan warung “ Kopi Pangku”.

“ Kita tadi saat dikantor mendapat laporan adanya kegiatan prosititusi tersebut, tapi setelah kita cek, kita tidak temukan adanya kegiatan itu, hanya tamu yang sedang menikmati kopi dan berteduh dari hujan saja,” jelas Kasat.

Sejumlah warung didatangi pasukan berseragam coklat-coklat tersebut. Setelah itu Kasat beserta pasukan langsung melanjutkan perjalan hingga ke L4 Tenggarong Seberang untuk menanggapi laporan masyarakat juga.

Lama Menjadi Target Operasi (TO), Akhirnya Pengedar Narkoba Diciduk Polsek Muara Wis

HUMAS RESKUKAR  –  Seorang pengedar narkoba berinisial MR (28) warga Jalan Poros, Desa Lebak Cilong RT 05, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang telah lama menjadi target operasi (TO, akhirnya di bekuk Polsek Muara Wis yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Muara Wis AKP Sugeng Hariadi.

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar didampingi Kapolsek Muara Wis AKP Sugeng Hariadi menerangkan, MR  ditangkap, Kamis (31/1/2019) malam sekitar pukul 23.30 wita di rumahnya di Desa Lebak Cilong. Dimana terungkapnya kasus ini bermula adanya laporan masyarakat yang resah dengan maraknya peredaran narkoba.

MR  tertangkap saat berada di dalam rumah. Usai dilakukan pengintaian disekeliling rumahnya, barulah pihak kami (Polsek Muara Wis) bergerak untuk melakukan penggerebekan.

“ Ketika digerebek, pelaku sempat membuang barang bukti melalui jendela rumahnya. Tapi anggota sudah berjaga-jaga diluar dan melihat bukti yang dibuangnya itu,” ucap Kapolsek.

“ Yang dibuangnya itu sebuah bungkus rokok. Saat kita buka ternyata isinya 22 poket sabu seberat 9,24 gram. Selain itu kita juga temukan satu pak plastik klip kosong, satu korek api, satu pipet, dua sendok takar serta sebuah handphone,” urai Kapolsek.

Saat di introgasi, MR membeberkan kalau barang yang dibelinya itu dipesan dari salah seorang narapidana di Lapas klas IIB Tenggarong berinisial AR. Setiap membeli, MR memesan dengan menghubungi lewat handphone.

“ Terkait hal itu masih kita dalami, semoga saja pelaku lainnya berhasil kami tangkap. Kami tidak ingin peredaran narkoba di Kukar, khususnya di Kecamatan Muara Wis ini semakin merajalela dan merusak generasi muda,” tutur Kapolsek, lagi.

Mengenai pelaku MR, saat ini sudah diamankan di sel Mapolsek Muara Wis. Dia dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo pasal 112 ayat (2) UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

 

Cabuli Anak Di Bawah Umur, Penjaga Musholah Di Amankan Polsek Tenggarong

HUMAS RESKUKAR– Seorang kakek berusia 87 tahun berinisial SW, wraga Jalan Dr FL Tobing, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tega menyetubuhi seorang gadis dibawah umur, sebut saja Bunga (17). Tak tanggung-tanggung, aksi bejat Penjaga Mushola itu dilakukan sebanyak 10 kali.

Tak hanya SW, polisi juga mengamankan dua warga yang pernah menyetubuhi Bunga, yakni Nu (57) dan MY (18), semuanya warga Tenggarong.

“ Saat ini ketiganya sudah kami amankan di Polsek Tenggarong. Untuk kedua kakek itu (Nu dan SW,Red) kami amankan, Rabu (30/1/2019), sedangkan pelaku (MY,Red) yang masih dibawah umur kami amankan kemarin (31/1/2019) pagi,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Tenggarong Iptu Triyadi bersama Kanit Reskrim Ipda Selamet Rijadi kepada wartawan, Kamis siang.

Terungkapnya kasus ini, jelas Triyadi, terjadi Senin (28/1/2019) lalu. Ketika itu kakak Bunga curiga dengan tingkah laku Bunga yang berbeda. Ternyata setelah ditanya, Bunga mengakui sudah disetubuhi oleh Nu, SW dan MY.

“ Hari itu (Senin) juga korban dibawa oleh kakaknya ke Polsek Tenggarong untuk melapor. Tak lama setelah itu datang ibunya ke kantor yang mendapat informasi dari kakak korban,” ucap Kapolsek.

Akibat perbuatan tersebut, ketiganya dijerat dengan Pasal 76D Jo Pasal 81 Ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 287 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

“ Kalau untuk pelaku dibawah umur rencananya kita akan titipkan kepada keluarga karena masih bersekolah. Namun permasalahan hukumnya masih tetap berjalan hingga persidangan,” ujar Triyadi.

Saat ditanya, SW mengakui memang telah menyetubuhi Bunga di pondok tempat tinggalnya. Dimana pondok tersebut berdekatan dengan Mushola yang dijaganya. Perbuatannya itu dilakukan sejak bulan Oktober dan November 2018, serta Januari 2019.

“ Dia yang datang ke pondok saya. Dia minta duit, pernah saya kasih 10 ribu, 20 ribu. Terus dia buka-buka celananya dan liatkan itu. Ya namanya saya lelaki, jadi nafsu lah,” aku SW yang sudah lupa berapa jumlah cucunya.

Sejak itulah SW mengatakan sering menyetubuhi Bunga. Apalagi, Bunga dikenal memiliki keterbelakangan mental, dan itu dibenarkan oleh Nu dan MY.

“ Dia agak kurang (Keterbelakangan Mental,Red) mas,” ungkap duda 20 tahun ini.

Kemudian Nu, dia membantah telah menyetubuhi Bunga, namun hanya meraba-raba saja.

“ Dia juga datang ke pondok saya, minta duit. Setelah saya kasih, dia buka celananya. Nah, saya kan liat, jadi saya cuma pegang-pegang saja, soalnya saya sudah tidak kuat lagi begitu,” katanya.

Sedangkan MY mengaku hanya sekali saja menyetubuhi Bunga di pondok tempat nenek dan kakeknya tinggal. Itupun dilakukan MY karena terpaksa, karena Bunga selalu mengejar-ngejar dia lantaran suka.

“ Setiap ketemu saya pasti dia bilang saya penakut. Pas kebetulan pondok nenek saya kosong, jadi saat itulah saya menyetubuhinya,” beber siswa kelas 2 SMK di Tenggarong ini.

Mengenai keterbelakangan Bunga itu, Kapolsek juga membenarkan.

“ Dari keterangan keluarganya memang benar, korban memiliki keterbelakangan mental, sehingga korban tidak bersekolah,” tambahnya.

Polres Kukar Berikan Santunan Kepada Janda Kurang Mampu

HUMAS RESKUKAR – Polres Kukar berikan bantuan pada janda pada Jum’at, (01/02) kemarin. Namun, tentu saja, janda miskin yang membutuhkan perhatian. Bahkan, di antara mereka ada yang tetap keras menyekolahkan anak-anaknya hanya bermodalkan menjual manik-manik.

Dalam kegiatan tersebut Kabag Ren Polres Kukar Kompol Gufron yang didampingi oleh kasat Binmas AKP Fachruroji memberikan sembako  dan santunan, yang harapnya dengan bantuan yang tak seberapa itu bisa membantu kehidupan sehari hari.

Ibu Jumiati, warga Jalan Tanjung Kersik, Desa Perjiwa, menumpukan hidupnya dengan membuat kerajinan manik-manik. Kepada saya (Kabag Ren), “dia bercerita suaminya sudah lama meninggal. Namun demikian, dia tak ingin anaknya tertinggal dalam hal pendidikan. Karena itulah, meski dalam kondisi sulit, dia tetap menyekolahkan anaknya,” begitu ungkap Kabag Ren.

” Dia pun mengaku beruntung lantaran guru anaknya saat sekolah tak jarang ikut membantu, bahkan dari kebutuhan ekonomi sekalipun. Rumah Jumiati begitu jauh dari kata layak,” Tambah Kabag Ren.

Tak hanya ibu Jumiati, ada pula tetangganya, ibu Aisyah, yang usianya lebih tua 20 tahun darinya. Di rumah yang tak layak huni, Aisyah membesarkan anak-anaknya. Makan sehari-hari tak menentu berapa kali sehari.

” Berdasarkan pemetaan yang dilakukan petugas Bhabinkamtibmas, kami  (Polres Kukar bisa mengetahui warga mana yang memang benar – benar membutuhkan bantuan,” pungkas Kabag Ren Polres Kukar. (*/dwi/k8)

Polsek Anggana Polres Kukar Gelar Kegiatan Jumat Berbagi kepada warga sekitar wilayah kukar

HUMASRESKUKAR – Polres Kukar Polda Kaltim menggelar kegiatan inovasi pelayanan polri berupa kegiatan Jumat Berbagi. Jumat (01/02/2019)

Kegiatan yang menjadi inovasi pelayanan kepolisian untuk masyarakat ini digagas langsung oleh Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, S.Ik, M.Si yang dalam pelaksanaannya di jalankan oleh Anggota Sat Binmas dan juga Anggota Bhbainkamtibmas sebagai upaya mendekatkan kepolisian dengan masyarakat dan menyentuh langsung aktifitas di tengah masyarakat.

Jumat Peduli Dan Berbagi,Polsek Sebulu Polres Kukar dan Jajaran Sambangi Warga Kurang Mampu

HUMASRESKUKAR – Program Jumat Peduli dan berbagi yang digagas oleh Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar S.Ik,M.Si kembali digelar oleh Polres dan Polsek Jajaran.Kali ini kegiatan Jum’at peduli dan berbagi memberikan santunan kepada beberapa warga di wilayah Kota Tenggarong, Jum’at (01/02/2019).

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar S.Ik,M.Si yang memimpin kegiatan Jum’at peduli dan berbagi, didampingi Wakapolres, Para Kabag, Para Kasat, Perwira Polres dan Anggota Polres Kukar.

Dalam kunjungan tersebut, Tim Jum’at peduli dan berbagi Polres Kukar memberikan bantuan dan santunan kepada warga-warga yang kurang mampu di sekitar wilayah Kota Tenggarong.

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar S.Ik,M.Si mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada sesama. Karena masih banyak masyarakat disekitar kita yang membutuhkan, kami memberi bukan bearti lebih, tetapi karena rasa ingin berbagi dan peduli terhadap sesama.

“Kegiatan ini akan terus kami lakukan, dengan tujuan untuk membantu anak-anak maupun warga yang kurang mampu. Mari menebar kebaikan dan kebahagian kepada sesama”, ujar AKBP Anwar Haidar.