AIPDA Jekky Bhabinkamtibmas Pembudidaya Tanaman Bonsai

HUMAS RESKUKAR – Di luar tugas pokoknya sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Anggana, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kukar, Aipda Jekky Wahyudi menyalurkan hobinya membudidayakan tanaman bonsai. Ia memanfaatkan pekarangan rumahnya di asrama Polsek Anggana untuk budidaya aneka tanaman hias, termasuk bonsai.

Pekarangan rumahnya dipenuhi beragam tanaman hias dan aneka bonsai yang asri dan menyejukkan mata. Bunga-bunga bermekaran tumbuh di deretan pot yang tertata rapi di depan rumahnya. Jekky menggeluti budidaya bonsai sejak tahun 2018 silam, sebelumnya ia menggemari aneka tanaman hias.

Bagi Aipda Jekky Wahyudi, bonsai memiliki makna filosofi. Ia memahami tentang sebuah proses panjang di situ. “Keindahan itu didapat dari sebuah kesabaran yang sangat ekstra, bukan dari sesuatu yang instan untuk mendapatkan hasil yang sempurna, seperti merawat bonsai, ini perlu ketelatenan untuk membentuknya menjadi sesuatu yang indah,” katanya.

Ia memiliki lebih dari 40 koleksi bonsai dari berbagai ukuran. Aipda Jekky Wahyudi membudidayakan bonsai dari bibit yang diperolehnya dari berburu di sawah dan pinggir sungai, seperti jenis bonsai beringin.

Hobi yang ditekuni Aipda Jekky Wahyudi menjadi sarana efektif dalam upaya mendekatkan diri dengan warga Desa Anggana. Apalagi kebanyakan warga juga sudah menanam tanaman hias. Jekky ikut tergabung dalam komunitas pecinta tanaman bonsai di Desa Anggana. Bahkan dia dipercaya anggota komunitas sebagai pembina.

Anggota komunitas ini terus berkembang, bahkan tak hanya dari wilayah Anggana, tapi juga se-Kaltim dan Kaltara. Para pecinta tanaman bonsai ini memanfaatkan grup Whatsapp untuk bertukar informasi. Kini jumlah anggota komunitas pecinta bonsai ini mencapai 43 orang. Mereka kerap berbagi tips terkait perawatan tanaman bonsai.

Aipda Jekky Wahyudi mengatakan tanaman bonsai memiliki prospek bisnis yang menguntungkan. Tanaman ini dijual dengan harga mencapai jutaan rupiah. Aipda Jekky Wahyudi dan rekan komunitasnya memanfaatkan media sosial untuk memasarkan bonsai mereka.

“Budidaya bonsai ini menjadi hobi yang menghasilkan,” tuturnya. Ia juga sering menjual tanaman bonsainya ke rekan sesama komunitas. Harga bonsai ini sangat variatif, tergantung ukuran dan jenisnya. Bonsai ukuran 8-15 cm dijual ratusan ribu rupiah, sedangkan bonsai ukuran besar dibandrol harga jutaan rupiah.

Jenis bonsai yang dikembangkannya dan menembus pasar nasional, salah satunya Anting Putri. Jenis bonsai ini dibudidayakan di Kaltim. Harganya berada di kisaran Rp 2 juta.

Hobi budidaya tanaman bonsai ini secara tidak langsung sapat membuka lapangan pekerjaan. Sebelumnya, para pecinta bonsai ini kesulitan menjual bonsai mereka ke luar pulau Kalimantan karena terkendala proses karantina. Aipda Jekky Wahyudi membukakan jalan.

Ia memfasilitasi rekan-rekannya untuk mengurus surat untuk keperluan karantina di Samarinda. Setelah mengantongi surat ini, rekan-rekannya tinggal mengirimkan tanaman mereka lewat jasa ekspedisi sembari melampirkan surat karantina. Rahmad Haryadi, Ketua Komunitas Pecinta Tamanan Hias Kaltim-Kaltara, mengatakan, budidaya bonsai di Desa Anggana gencar dipromosikan lewat media sosial.

Ia mengakui komunitas ini berkembang pesat juga tak luput dari peran serta Bhabinkamtibmas Desa Anggana sebagai pembina. Komunitas pecinta bonsai ini juga sudah 2 kali menggelar pameran yang pesertanya juga dari seluruh Kaltim dan Kaltara. (*)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two + four =