Sat Polair Polres Kukar Gagalkan Penyeludupan Kepiting Bertelur Ke Malaysia*

HUMAS RESKUKAR — Sebanyak 1.200 ekor kepiting bertelur diamankan anggota lidik Satpolair Polres Kukar dari dalam mobil minibus Daihatsu Luxio.

Mobil berwarna hitam KT 1782 CH ini diamakan di Jalan Poros Balikpapan-Samarinda KM 52 Kecamatan Samboja, Kabupaten Kukar, Sabtu (25/5/2019) sekitar pukul 12.30.

Rencananya, kepiting bertelur ini akan dibawa ke Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kaltara.

Dari Provinsi Kaltara, kepiting ini akan diselundupkan ke Malaysia.

“Kepiting bertelur ini milik H Yudi dan Pak Kinas,” kata AKBP Anwar Haidar, Kapolres Kukar melalui Kasatpolair, Iptu Novandi Arya Kharizma didampingi Kanit Penegakan Hukum, Iptu Dartaya, Minggu (26/5/2019).

Ribuan kepiting ini akan dikirim ke tempat penampungan lebih besar di Kabupaten Bulungan.

Bahkan, kepiting bertelur ini akan diekspor ke Malaysia.

Kepiting dimasukkan ke dalam kotak penyimpanan ikan dari styrofoam untuk dikirim ke Kabupaten Bulungan menggunakan mobil Daihatsu Luxio.

Berbekal informasi yang didapat, sejak pukul 03.40 WITA, tiga anggota Satpolair Polres Kukar dipimpin langsung Kanit Gakkum, Iptu Dartaya melakukan penyelidikan di wilayah Samboja.

Tentang penjualan atau pengangkutan kepiting bertelur yang tidak boleh ditangkap dan diperjualbelikan.

Petugas berhasil mengamankan mobil Daihatsu Luxio yang dikemudikan Wahyudin (27), warga Balikpapan.

Setelah dilakukan pemeriksaan di dalam mobil Daihatsu Luxio itu, petugas mendapatkan kepiting bertelur merah dan kepiting bertelur hitam sebanyak 10 kotak putih dengan berat 277,1 kg.

Terdiri 7 kotak kepiting bertelur merah dan 3 kotak kepiting bertelur hitam.

Ia mengemukakan, diduga pemilik kepiting melanggar pasal 100C Jo Pasal 7 Ayat (2) huruf j dan UU RI No 45 Tahun 2009 tentang Perubahan UU RI No 31 Tahun 2004.

Tentang Perikanan karena memperjualbelikan kepiting bertelur yang memang dilindungi kelestariannya.

Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa mobil Daihatsu Luxio warna hitam KT 1782 CH, serta 10 kotak styrofoam putih berisi total 1.200 ekor kepiting bertelur dengan berat 277,1 kg.

Dalam 3 tahun terakhir, ada 6 kasus penyelundupan kepiting bertelur di wilayah hukum Polres Kukar.

Pada tahun 2017, ada 4 kasus penyelundupan kepiting bertelur.

Sedangkan tahun 2018 dan 2019 masing-masing baru satu kasus yang terungkap.

Wahyudin, pengemudi mobil Daihatsu Luxio, mengaku akan membawa ribuan ekor kepiting bertelur itu dari Balikpapan ke Sangata.

Kepiting ini akan dikirim ke Malaysia lewat Tawau.

“Saya hanya dapat upah antar Rp 2 juta,” tutur Wahyudin seraya mengaku sudah ketiga kali mengantar kepiting bertelur.

Ia mengatakan, nilai kepiting yang akan dijual ke Malaysia ini jika diuangkan sekitar Rp 50 juta.

“Itu modalnya saja, belum harga jual,” ucapnya. (*)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − thirteen =