Jum’at Curhat, Kapolres Kutai Kartanegara Silaturahmi Bersama Forkopimda dan Lembaga Adat

Kukar – Bertempat di Ruang Tri Brata Lantai 2 Polres Kutai Kartanegara telah dilaksanakan Jum’at Curhat dan silaturahmi Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Heri Rusyaman bersama Forkopimda, Lembaga Adat, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat, pada Kamis (22/2).

Dalam kesempatan itu, turut hadir Ketua DPRD Abdul Rasyid, KOMPOL M. Aldy Harjasatya, Wakapolres, Ahyani Fahdianur Diyani Staf Ahli Bidang Umum, Rinda Desianti Kepala Kesbangpol, KAPTEN Waskito Pasiter Kodim 0906/KKR dan para tokoh adat.

Dalam sambutannya, Kapolres Kutai Kartanegara, menerangkan maksud dan tujuannya, dalam hal itu perlu support dan dukungan serta masukan terkait dengan permasalahan adat yang ada di wilayah Kutai Kartanegara yang saat ini sedang viral di media sosial.

“Kami dari Polres Kutai Kartanegara ada program yaitu Jum’at Curhat yang kedepannya kami ingin laksanakan juga dengan membuat forum komunikasi adat yang didalamnya ada tokoh-tokoh dan para sepuh dari adat yang ada di Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Sambungnya, tentunya harapan kami dengan adanya kegiatan ini kedepannya kami dapat mengambil langkah-langkah yang baik dan sesuai sehingga tidak berbenturan dengan aturan adat yang berlaku yang kemudian dapat menimbulkan gesekan antara masyarakat maupun masyarakat dan aparat.

“Kami berharap dari Lembaga adat dan Unsur Forkopimda dapat memberikan dukungannya apabila kami melaksanakan penertiban kepada kegiatan adat yang tidak sesuai dan untuk bersama-sama memberikan pemahaman terkait acara adat yang benar,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa kepolisian tidak menghalangi kegiatan adat, sebaliknya justru mendukung adanya kegiatan adat yang terus dilestarikan namun kami khawatir kedepannya apabila dalam pelaksanaan adat di susupi hal yang tidak semestinya yang justru kedepannya menghilangkan prosesi adat istiadat diwilayah Kab. Kutai Kartanegara.

Hal yang serupa pun juga disampaikan oleh Ketua DPRD dan staf ahli budang umum.

Sementara itu dari perwakilan lembaga adat, Fulgen Ketua Sempat Tunjung Benuaq sangat mengapresisasi telah melaksanakan kegiatan koordinasi pada hari ini berkaitan dengan acara adat di Kutai Kartanegara.

Ia juga tidak sependapat dengan kegiatan adat yang di kemas dengan perjudian yang dilakukan di orang luar suku adat Dayak.

“Kami dari Lembaga Adat sangat tidak setuju dengan adanya kegiatan adat yang disalahgunakan di KM 4 dan apabila tidak bisa dilakukan secara persuasif kami serahkan kembali kepada Bapak Kapolres dan sangat mendukung tindakan kepolisian,” tegasnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − four =