Berita Foto

Sat Binmas Gelar Rapat Kerja HUT SATPAM ke 37

Polres Kukar-Sat Binmas ( Selasa, 23/10/2017) Bertempat di Ruang Tri Brata Polres Kutai Kartanegara pukul 09. 15 wita Kasat Binmas Polres Kukar AKP Eko Acnanto yang di dampingi Kanit BinKamsa Iptu Sriyanto  Telah melaksanakan kegiatan Rapat Kerja Panitia HUT Satpam yg ke 37 Tahun 2017.

Satuan Pengamanan atau yang disingkat dengan SATPAM  sadalah satuan atau kelompok petugas yang di bentuk terstruktur untuk melaksanakan tugas pengamanan dalam rangka menyelenggarakan keamanan swakarsa terbatas di lingkungan organisasi/kerjanya, dan kini Satpam  akan melaksanakan Hari jadinya yang ke 37 yang akan dilaksanakan di Jajarannya yaitu tanggal 30 Desember 2017.

Hadir dalam kegiatan tersebut adalah :

1. Kasat Binmas Akp Eko Achnanto.
2. KBO Binmas Iptu Harun Budiono.
3. Kanit Binkamsa Iptu Sriyanto.
4. Kanit Polmas Iptu Musiran.
5. Kaur Mintu Ipda Slamet.
6. Staf Binmas.
7. Ketua AMSI Sdr. Tukul Abadi.
8. Ketua Panitia Sdr. Agus Cipto.
9. Wakil dr perusahaan yg melibatkan BUJP, Ka. Satpam dan Chip Security yang ada di wilayah hukum Polres Kukar dengan jumlah peserta rapat kurang lebih 27 orang.

Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Fadillah Zulkarnaen , Sh, S.ik melalu Kasat Binmas AKP Eko Achanto menerangkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan oleh Polres Kutai Kartanegara ( Sat Binmas ) dalam rangka Rapat  kerja dalam membahas tentang kegiatan rangkaian kegaiatan hari ulang Tahun Satpam yaitu ada beberapa Perlombaan, kegiatan Bhakti Sosial, Donor Darah, Olah Raga Umum dan Demontrasi Satpam serta acara puncak Upacara HUT Satpam yang akan dilaksanakan oleh Panitia HUT SATPAM , bekerja sama dengan Polres Kartanegara dan Pihak Perusahaan yang berada di wilayah Hukum Polres Kutai Kartanegara, terangnya ( Sat Binmas/Kamsa)

Sat Binmas Polres Kukar bverikan himbauan Kamtibmas_SIP

POLRES KUKAR-SATBINMAS ( Senin, 23/10/2017) Pada hari Senin tanggal 23 Oktober 2017 pukul 18.30 s/d 19.45 wita bertempat di Stadion aji Imbut Tenggarong Kec. Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara Kasat Binmas AKP EKO ACHNANTO yang di dampingi Kanit Bintibmas Iptu Sujarwo bersama dengan 2 personil lainnya telah melaksanakan Himbauan Kamtibmas dalam rangka pengamanan sepak bola Gojek Traveloka Liga 1 antara  Mitra Kukar Vs Borneo Fc Samarinda.

Dalam kegiatan tersebut Polres Kutai Kartanegara memberikan himbauan kamtibmas kepada para penonton, seporter dan pengunjung lainnya dengan menggunakan Mobil pembinaan dan penyuluhan (Binluh) Sat Binmas Polres Kutai Kartanegara.

Himbauan Kamtibmas tersebut adalah dengan cara menggunakan pengeras suara yang ada di mobil pembinaan dan penyuluhan dengan cara keliling lapangan parkir stadion aji imbut Tenggarong seberang diantaranya himbauan agar memarkirkan kendaraan R2 maupun R4 pada parkir yang telah di sediakan dlm keadaan terkunci stang dan gunakan kunci pengaman ganda serta pastikan bahwa kunci sepeda motor telah tercabut kuncinya, kemudian personil Polres Kutai Kartanegara tak lupa memberikan himbauan agar tidak membawa barang terlarang seperti sajam, korek api, kayu dan sejenisnya serta Memberikan himbauan kepada Pengunjung,sprorter atau  penonton agar yg membawa barang barang seperti perhiasan emasdan barang berharga lainnya agar disimpan di tempat yg tidak mudah di incar oleh para pelaku tindak kejahatan seperti copet dan lain sebagainya.

Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Fadillah Zulkarnaen, SH, S.Ik melalui Kasat Binmas AKP Eko Achnanto mengatakan bahwa kegiatan Himbauan kamtibmas ini di laksanakan dengan tujuan agar para pengunjung , seporter dan penonton serta masyarakat yang hadir serta akan masuk untuk menonton pertandingan sepak bola di stadioan Aji Imbut Tenggarong Kec. Tenggarong seberang kab. Kutai kartanegara dalam berjalan dengan aman tertib lancar serta tercipta  situasi kamtibmas Kondusif pada umumnya, Terangnya ( SatBinmas)

DIALOQ LINTAS AGAMA

POLDA KALTIM-HUMAS RESKUKAR/BINMAS, Sabtu, (12/8/2017) Pemeliharaan kerukunan umat beragama merupakan upaya bersama umat beragama maupun pemerintah/organisasi di bidang pelayanan, pengaturan, dan pemberdayaan umat beragama. Oleh karena itu, dalam membangun kerukunan tersebut Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dibawah binaan Kementrian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar kegiatan yang bertajuk Dialog Lintas Agama, yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kemenag Kabupaten Kutai Kartanegara yang dihadiri tokoh-tokoh lintas Agama, baik dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu serta Budha bersama berbagai kalangan masyarakat dan Muspida Kabupaten Kutai Kartanegara, Kepala Kemenag, Ketua FKUB Kab. Kukar, Wakil DPRD, Dandim 0906 Tenggarong, Kasat Binmas Polres Kukar, Ketua MUI Kab. Kukar, Danramil Tenggarong para tokoh agama dan masyarakat, serta peserta sebanyak 25 orang.

Perlu diketahui bahwa kerukunan umat beragama adalah keadaan hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agama dan kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai suatu institusi negara penegak hukum yang berkewajiban untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat oleh karena itu negara dalam hal ini polri adalah institusi yang pertama-tama berkewajiban untuk menjaga jangan sampai bangsa dan negara ini menjadi terpecah belah.
NKRI berdiri karena adanya pendahulu kita yang dengan gigih berani berjuang untuk merebut kemerdekaan dan Bangsa Indonesia menyadari bahwa kemerdekaan adalah rahmat dari Allah yang diberikan kepada kita untuk mensyukurinya, kemerdekaan itu tidak akan terwujud tanpa perjuangan , perjuangan ini tak akan berhasil tanpa persamaan rasa dan persaudaraan , persaudaraan tak akan ada tanpa ada ketulusan , ketulusan hanya akan ada karena ridho Allah / Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam kegiatan tersebut Kapolres Kutai Kartanegara AKBP FADILLAH ZULKARNAEN, S.IK, SH yang di dampingi Kasat Binmas AKP EKO ACHNANTO, SH , menyampaikan bahwa tujuan digelarnya dialog yang juga sekaligus rapat koordinasi antar umat ini tak lain adalah, memperkokoh persatuan antar tokoh dan lintas agama yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan memberikan Materi tentang TUPOKSI Kepolisian dalam rangka penegakan Hukum dengan adanya Intoleransi, Rakalisme dan Terorisme yang sudah mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal ini mengingat bahwa peran tokoh agama diseluruh Indonesia khususnnya di Kabupaten Kutai Kartanegara sendiri memiliki tanggung jawab untuk bersama-sama membangun persatuan antar sesama umat beragama. Hal ini dikarenakan, Kutai Kartanegara selain memiliki kekayaan keberagaman yang harus dijaga dan dirawat persatuan kesatuan antar agama juga memiliki adat istiadat yang bersendikan kitabullah yang hingga sampai saat ini masih melekat pada masyarakat Kutai Kartanegara sendiri.

Dalam penyampaian tersebut Kasat Binmas menjelaskan tentang Intoleransi, paham radikal dan terorisme, Sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Intoleransi, paham radikal dan terorisme ini, dengan memberikan beberapa kejadian di bumi Nusantara ini dan tentunya masyarakat bisa melihat dari kejadian tersebut, terangnya .
Akan tetapi lanjut Kasat Binmas menyampaikan, dengan melihat kondisi bangsa sekarang ini, secara lahiriyah masih dalam keadaaan aman dan damai. Akan tetapi dengan mensinyalir bahwa kondisi sekarang bangsa Indonesia saat ini, ada semacam gejala penyimpangan Ideologi Bangsa atau keadaan tidak bersatu padu yang menghilangnya keutuhan atau persatuan serta menyebabkan perpecahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Disintegrasi yang menghantui bangsa ini, bisa muncul dari berbagai sumber. Kebhinekaan yang dianggap sebagai kekayaan bangsa baik dari segi etnik yang berjumlah puluhan budaya bangsa, adat istiadat, bahasa dan agama serta berbagai kepercayaan yang ada, ternyata mempunyai sisi yang rawan berupa potensi perpecahan yang implikasinya sangat luas dan mendalam.

Ditambah lagi dengan adannya isu-isu dari berbagai media sosial (Medsos), tentu banyak pemberitaan yang sifatnnya hanya memprovokasi sehingga mengakibatkan terjadinya perpecahan, oleh karena itu, peran dari berbagai tokoh agama inilah yang sangat diperlukan untuk bisa menyejukan isu-isu yang bisa mengakibatkan terjadinya konflik/perpecahan.

Untuk itu, Kasat Binmas mengajak kepada semua pihak, untuk membangun bersama jejaring antara umat beragama yang ada di Kutai Kartanegara baik agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha tetap saling menjaga silaturahmi dan toleransi antar umat beragama agar daerah yang begitu dicintai bersama tetap aman, tentram dan terjaga dengan baik dan kondusif.

Dengan adannya dialog lintas agama seperti ini, dapat memberikan masukan akan gagasan kerukunan antar umat beragama, karena dengan dialog maka kita akan saling kenal, saling memahami dan menambah pengetahuan. Ini sangat penting, karena kasus-kasus kerusuhan dan kekurang harmonisan penganut agama tidak terlepas dari pimpinan antar agama yang kurang saling mengenal.

Melalui dialog ini, persatuan kerukunann umat beragama di Kutai Kartanegara semakin lebih baik dan terhindar dari segala bentuk masalah yang dapat menimbulkan perpecahan terutama antar lintas agama, mari kita jaga kerukunan antar umat beragama di wilayah kab. kutai kartanegara dengan aman dan kondusif , mari tegakkan hukum negara kesatuan Republik Indonesia guna menjamin kerukuan antar umat beragama , berbangsa dan bernegara dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, Mari Kita hayati dan Pahami Nilai Butir Butir Pancasila dan UUD 1945, ungkap Kasat Binmas AKP EKO ACHNANTO. (Hard/BMS)🇮🇩

POLRES KUKAR HADIRI DIALOG LINTAS AGAMA, PERKUAT TOLERANSI ANTAR UMAT _(SIP)

POLDA KALTIM-HUMAS RESKUKAR/BINMAS, Sabtu, (12/8/2017) Pemeliharaan kerukunan umat beragama merupakan upaya bersama umat beragama maupun pemerintah/organisasi di bidang pelayanan, pengaturan, dan pemberdayaan umat beragama. Oleh karena itu, dalam membangun kerukunan tersebut Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dibawah binaan Kementrian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar kegiatan yang bertajuk Dialog Lintas Agama, yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kemenag Kabupaten Kutai Kartanegara yang dihadiri tokoh-tokoh lintas Agama, baik dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu serta Budha bersama berbagai kalangan masyarakat dan Muspida Kabupaten Kutai Kartanegara, Kepala Kemenag, Ketua FKUB Kab. Kukar, Wakil DPRD, Dandim 0906 Tenggarong, Kasat Binmas Polres Kukar, Ketua MUI Kab. Kukar, Danramil Tenggarong para tokoh agama dan masyarakat, serta peserta sebanyak 25 orang.

Perlu diketahui bahwa kerukunan umat beragama adalah keadaan hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agama dan kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai suatu institusi negara penegak hukum yang berkewajiban untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat oleh karena itu negara dalam hal ini polri adalah institusi yang pertama-tama berkewajiban untuk menjaga jangan sampai bangsa dan negara ini menjadi terpecah belah.
NKRI berdiri karena adanya pendahulu kita yang dengan gigih berani berjuang untuk merebut kemerdekaan dan Bangsa Indonesia menyadari bahwa kemerdekaan adalah rahmat dari Allah yang diberikan kepada kita untuk mensyukurinya, kemerdekaan itu tidak akan terwujud tanpa perjuangan , perjuangan ini tak akan berhasil tanpa persamaan rasa dan persaudaraan , persaudaraan tak akan ada tanpa ada ketulusan , ketulusan hanya akan ada karena ridho Allah / Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam kegiatan tersebut Kapolres Kutai Kartanegara AKBP FADILLAH ZULKARNAEN, S.IK, SH yang di dampingi Kasat Binmas AKP EKO ACHNANTO, SH , menyampaikan bahwa tujuan digelarnya dialog yang juga sekaligus rapat koordinasi antar umat ini tak lain adalah, memperkokoh persatuan antar tokoh dan lintas agama yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan memberikan Materi tentang TUPOKSI Kepolisian dalam rangka penegakan Hukum dengan adanya Intoleransi, Rakalisme dan Terorisme yang sudah mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal ini mengingat bahwa peran tokoh agama diseluruh Indonesia khususnnya di Kabupaten Kutai Kartanegara sendiri memiliki tanggung jawab untuk bersama-sama membangun persatuan antar sesama umat beragama. Hal ini dikarenakan, Kutai Kartanegara selain memiliki kekayaan keberagaman yang harus dijaga dan dirawat persatuan kesatuan antar agama juga memiliki adat istiadat yang bersendikan kitabullah yang hingga sampai saat ini masih melekat pada masyarakat Kutai Kartanegara sendiri.

Dalam penyampaian tersebut Kasat Binmas menjelaskan tentang tentang Intoleransi, paham radikal dan terorisme, Sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Intoleransi, paham radikal dan terorisme ini, dengan memberikan beberapa kejadian di bumi Nusantara ini dan tentunya masyarakat bisa melihat dari kejadian tersebut, terangnya .
Akan tetapi lanjut Kasat Binmas menyampaikan, dengan melihat kondisi bangsa sekarang ini, secara lahiriyah masih dalam keadaaan aman dan damai. Akan tetapi dengan mensinyalir bahwa kondisi sekarang bangsa Indonesia saat ini, ada semacam gejala penyimpangan Ideologi Bangsa atau keadaan tidak bersatu padu yang menghilangnya keutuhan atau persatuan serta menyebabkan perpecahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Disintegrasi yang menghantui bangsa ini, bisa muncul dari berbagai sumber. Kebhinekaan yang dianggap sebagai kekayaan bangsa baik dari segi etnik yang berjumlah puluhan budaya bangsa, adat istiadat, bahasa dan agama serta berbagai kepercayaan yang ada, ternyata mempunyai sisi yang rawan berupa potensi perpecahan yang implikasinya yang sangat luas dan mendalam.

Ditambah lagi dengan adannya isu-isu dari berbagai media sosial (Medsos), tentu banyak pemberitaan yang sifatnnya hanya memprovokasi sehingga mengakibatkan terjadinya perpecahan, oleh karena itu, peran dari berbagai tokoh agama inilah yang sangat diperlukan untuk bisa mneyejukan isu-isu yang bisa mengakibatkan terjadinnya konflik/perpecahan.

Untuk itu, Kasat Binmas mengajak kepada semua pihak, untuk membangun bersama jejaring antara umat beragama yang ada di Kutai Kartanegara baik agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha tetap saling menjaga silaturahmi dan toleransi antar umat beragama agar daerah yang begitu dicintai bersama tetap aman, tentram dan terjaga dengan baik dan kondusif.

Dengan adannya dialog lintas agama seperti ini, dapat memberikan masukan akan gagasan kerukunan antar umat beragama, karena dengan dialog maka kita akan saling kenal, saling memahami dan menambah pengetahuan. Ini sangat penting, karena kasus-kasus kerusuhan dan kekurang harmonisan penganut agama tidak terlepas dari pimpinan antar agama yang kurang saling mengenal.

Melalui dialog ini, persatuan kerukunann umat beragama di Kutai Kartanegara semakin lebih baik dan terhindar dari segala bentuk masalah yang dapat menimbulkan perpecahan terutama antar lintas agama, mari kita jaga kerukunan antar umat beragama di wilayah kab. kutai kartanegara dengan aman dan kondusif , mari tegakkan hukum negara kesatuan Republik Indonesia guna menjamin kerukuan antar umat beragama , berbangsa dan bernegara dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, Mari Kita hayati dan Pahami Nilai Butir Butir Pancasila dan UUD 1945, ungkap Kasat Binmas AKP EKO ACHNANTO. (Hard/BMS)

POLRES KUKAR HADIRI DIALOG LINTAS AGAMA, PERKUAT TOLERANSI ANTAR UMAT _(BMS)

POLDA KALTIM-HUMAS RESKUKAR/BINMAS, Sabtu, (12/8/2017) Pemeliharaan kerukunan umat beragama merupakan upaya bersama umat beragama maupun pemerintah/organisasi di bidang pelayanan, pengaturan, dan pemberdayaan umat beragama. Oleh karena itu, dalam membangun kerukunan tersebut Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dibawah binaan Kementrian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar kegiatan yang bertajuk Dialog Lintas Agama, yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kemenag Kabupaten Kutai Kartanegara yang dihadiri tokoh-tokoh lintas Agama, baik dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu serta Budha bersama berbagai kalangan masyarakat dan Muspida Kabupaten Kutai Kartanegara, Kepala Kemenag, Ketua FKUB Kab. Kukar, Wakil DPRD, Dandim 0906 Tenggarong, Kasat Binmas Polres Kukar, Ketua MUI Kab. Kukar, Danramil Tenggarong para tokoh agama dan masyarakat, serta peserta sebanyak 25 orang.

Perlu diketahui bahwa kerukunan umat beragama adalah keadaan hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agama dan kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai suatu institusi negara penegak hukum yang berkewajiban untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat oleh karena itu negara dalam hal ini polri adalah institusi yang pertama-tama berkewajiban untuk menjaga jangan sampai bangsa dan negara ini menjadi terpecah belah.
NKRI berdiri karena adanya pendahulu kita yang dengan gigih berani berjuang untuk merebut kemerdekaan dan Bangsa Indonesia menyadari bahwa kemerdekaan adalah rahmat dari Allah yang diberikan kepada kita untuk mensyukurinya, kemerdekaan itu tidak akan terwujud tanpa perjuangan , perjuangan ini tak akan berhasil tanpa persamaan rasa dan persaudaraan , persaudaraan tak akan ada tanpa ada ketulusan , ketulusan hanya akan ada karena ridho Allah / Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam kegiatan tersebut Kapolres Kutai Kartanegara AKBP FADILLAH ZULKARNAEN, S.IK, SH yang di dampingi Kasat Binmas AKP EKO ACHNANTO, SH , menyampaikan bahwa tujuan digelarnya dialog yang juga sekaligus rapat koordinasi antar umat ini tak lain adalah, memperkokoh persatuan antar tokoh dan lintas agama yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan memberikan Materi tentang TUPOKSI Kepolisian dalam rangka penegakan Hukum dengan adanya Intoleransi, Rakalisme dan Terorisme yang sudah mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal ini mengingat bahwa peran tokoh agama diseluruh Indonesia khususnnya di Kabupaten Kutai Kartanegara sendiri memiliki tanggung jawab untuk bersama-sama membangun persatuan antar sesama umat beragama. Hal ini dikarenakan, Kutai Kartanegara selain memiliki kekayaan keberagaman yang harus dijaga dan dirawat persatuan kesatuan antar agama juga memiliki adat istiadat yang bersendikan kitabullah yang hingga sampai saat ini masih melekat pada masyarakat Kutai Kartanegara sendiri.

Dalam penyampaian tersebut Kasat Binmas menjelaskan tentang tentang Intoleransi, paham radikal dan terorisme, Sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Intoleransi, paham radikal dan terorisme ini, dengan memberikan beberapa kejadian di bumi Nusantara ini dan tentunya masyarakat bisa melihat dari kejadian tersebut, terangnya .
Akan tetapi lanjut Kasat Binmas menyampaikan, dengan melihat kondisi bangsa sekarang ini, secara lahiriyah masih dalam keadaaan aman dan damai. Akan tetapi dengan mensinyalir bahwa kondisi sekarang bangsa Indonesia saat ini, ada semacam gejala penyimpangan Ideologi Bangsa atau keadaan tidak bersatu padu yang menghilangnya keutuhan atau persatuan serta menyebabkan perpecahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Disintegrasi yang menghantui bangsa ini, bisa muncul dari berbagai sumber. Kebhinekaan yang dianggap sebagai kekayaan bangsa baik dari segi etnik yang berjumlah puluhan budaya bangsa, adat istiadat, bahasa dan agama serta berbagai kepercayaan yang ada, ternyata mempunyai sisi yang rawan berupa potensi perpecahan yang implikasinya yang sangat luas dan mendalam.

Ditambah lagi dengan adannya isu-isu dari berbagai media sosial (Medsos), tentu banyak pemberitaan yang sifatnnya hanya memprovokasi sehingga mengakibatkan terjadinya perpecahan, oleh karena itu, peran dari berbagai tokoh agama inilah yang sangat diperlukan untuk bisa mneyejukan isu-isu yang bisa mengakibatkan terjadinnya konflik/perpecahan.

Untuk itu, Kasat Binmas mengajak kepada semua pihak, untuk membangun bersama jejaring antara umat beragama yang ada di Kutai Kartanegara baik agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha tetap saling menjaga silaturahmi dan toleransi antar umat beragama agar daerah yang begitu dicintai bersama tetap aman, tentram dan terjaga dengan baik dan kondusif.

Dengan adannya dialog lintas agama seperti ini, dapat memberikan masukan akan gagasan kerukunan antar umat beragama, karena dengan dialog maka kita akan saling kenal, saling memahami dan menambah pengetahuan. Ini sangat penting, karena kasus-kasus kerusuhan dan kekurang harmonisan penganut agama tidak terlepas dari pimpinan antar agama yang kurang saling mengenal.

Melalui dialog ini, persatuan kerukunann umat beragama di Kutai Kartanegara semakin lebih baik dan terhindar dari segala bentuk masalah yang dapat menimbulkan perpecahan terutama antar lintas agama, mari kita jaga kerukunan antar umat beragama di wilayah kab. kutai kartanegara dengan aman dan kondusif , mari tegakkan hukum negara kesatuan Republik Indonesia guna menjamin kerukuan antar umat beragama , berbangsa dan bernegara dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, Mari Kita hayati dan Pahami Nilai Butir Butir Pancasila dan UUD 1945, ungkap Kasat Binmas AKP EKO ACHNANTO. (Hard/BMS)

POLRES KUKAR HADIRI DIALOG LINTAS AGAMA, PERKUAT TOLERANSI ANTAR UMAT

POLDA KALTIM-HUMAS RESKUKAR/BINMAS, Sabtu, (12/8/2017) Pemeliharaan kerukunan umat beragama merupakan upaya bersama umat beragama maupun pemerintah/organisasi di bidang pelayanan, pengaturan, dan pemberdayaan umat beragama. Oleh karena itu, dalam membangun kerukunan tersebut Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dibawah binaan Kementrian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar kegiatan yang bertajuk Dialog Lintas Agama, yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kemenag Kabupaten Kutai Kartanegara yang dihadiri tokoh-tokoh lintas Agama, baik dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu serta Budha bersama berbagai kalangan masyarakat dan Muspida Kabupaten Kutai Kartanegara, Kepala Kemenag, Ketua FKUB Kab. Kukar, Wakil DPRD, Dandim 0906 Tenggarong, Kasat Binmas Polres Kukar, Ketua MUI Kab. Kukar, Danramil Tenggarong para tokoh agama dan masyarakat, serta peserta sebanyak 25 orang.

Perlu diketahui bahwa kerukunan umat beragama adalah keadaan hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agama dan kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai suatu institusi negara penegak hukum yang berkewajiban untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat oleh karena itu negara dalam hal ini polri adalah institusi yang pertama-tama berkewajiban untuk menjaga jangan sampai bangsa dan negara ini menjadi terpecah belah.
NKRI berdiri karena adanya pendahulu kita yang dengan gigih berani berjuang untuk merebut kemerdekaan dan Bangsa Indonesia menyadari bahwa kemerdekaan adalah rahmat dari Allah yang diberikan kepada kita untuk mensyukurinya, kemerdekaan itu tidak akan terwujud tanpa perjuangan , perjuangan ini tak akan berhasil tanpa persamaan rasa dan persaudaraan , persaudaraan tak akan ada tanpa ada ketulusan , ketulusan hanya akan ada karena ridho Allah / Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam kegiatan tersebut Kapolres Kutai Kartanegara AKBP FADILLAH ZULKARNAEN, S.IK, SH yang di dampingi Kasat Binmas AKP EKO ACHNANTO, SH , menyampaikan bahwa tujuan digelarnya dialog yang juga sekaligus rapat koordinasi antar umat ini tak lain adalah, memperkokoh persatuan antar tokoh dan lintas agama yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan memberikan Materi tentang TUPOKSI Kepolisian dalam rangka penegakan Hukum dengan adanya Intoleransi, Rakalisme dan Terorisme yang sudah mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal ini mengingat bahwa peran tokoh agama diseluruh Indonesia khususnnya di Kabupaten Kutai Kartanegara sendiri memiliki tanggung jawab untuk bersama-sama membangun persatuan antar sesama umat beragama. Hal ini dikarenakan, Kutai Kartanegara selain memiliki kekayaan keberagaman yang harus dijaga dan dirawat persatuan kesatuan antar agama juga memiliki adat istiadat yang bersendikan kitabullah yang hingga sampai saat ini masih melekat pada masyarakat Kutai Kartanegara sendiri.

Dalam penyampaian tersebut Kasat Binmas menjelaskan tentang tentang Intoleransi, paham radikal dan terorisme, Sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Intoleransi, paham radikal dan terorisme ini, dengan memberikan beberapa kejadian di bumi Nusantara ini dan tentunya masyarakat bisa melihat dari kejadian tersebut, terangnya .
Akan tetapi lanjut Kasat Binmas menyampaikan, dengan melihat kondisi bangsa sekarang ini, secara lahiriyah masih dalam keadaaan aman dan damai. Akan tetapi dengan mensinyalir bahwa kondisi sekarang bangsa Indonesia saat ini, ada semacam gejala penyimpangan Ideologi Bangsa atau keadaan tidak bersatu padu yang menghilangnya keutuhan atau persatuan serta menyebabkan perpecahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Disintegrasi yang menghantui bangsa ini, bisa muncul dari berbagai sumber. Kebhinekaan yang dianggap sebagai kekayaan bangsa baik dari segi etnik yang berjumlah puluhan budaya bangsa, adat istiadat, bahasa dan agama serta berbagai kepercayaan yang ada, ternyata mempunyai sisi yang rawan berupa potensi perpecahan yang implikasinya yang sangat luas dan mendalam.

Ditambah lagi dengan adannya isu-isu dari berbagai media sosial (Medsos), tentu banyak pemberitaan yang sifatnnya hanya memprovokasi sehingga mengakibatkan terjadinya perpecahan, oleh karena itu, peran dari berbagai tokoh agama inilah yang sangat diperlukan untuk bisa mneyejukan isu-isu yang bisa mengakibatkan terjadinnya konflik/perpecahan.

Untuk itu, Kasat Binmas mengajak kepada semua pihak, untuk membangun bersama jejaring antara umat beragama yang ada di Kutai Kartanegara baik agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha tetap saling menjaga silaturahmi dan toleransi antar umat beragama agar daerah yang begitu dicintai bersama tetap aman, tentram dan terjaga dengan baik dan kondusif.

Dengan adannya dialog lintas agama seperti ini, dapat memberikan masukan akan gagasan kerukunan antar umat beragama, karena dengan dialog maka kita akan saling kenal, saling memahami dan menambah pengetahuan. Ini sangat penting, karena kasus-kasus kerusuhan dan kekurang harmonisan penganut agama tidak terlepas dari pimpinan antar agama yang kurang saling mengenal.

Melalui dialog ini, persatuan kerukunann umat beragama di Kutai Kartanegara semakin lebih baik dan terhindar dari segala bentuk masalah yang dapat menimbulkan perpecahan terutama antar lintas agama, mari kita jaga kerukunan antar umat beragama di wilayah kab. kutai kartanegara dengan aman dan kondusif , mari tegakkan hukum negara kesatuan Republik Indonesia guna menjamin kerukuan antar umat beragama , berbangsa dan bernegara dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, Mari Kita hayati dan Pahami Nilai Butir Butir Pancasila dan UUD 1945, ungkap Kasat Binmas AKP EKO ACHNANTO. (Hard/BMS)

SAT BINMAS POLRES KUKAR MELAKSANAKAN OPERASI BINA KUSUMA MAHAKAM 2017

POLRES KUKAR-SAT BINMAS. Dipimpin Kasat Binmas Polres Kukar AKP EKO ACHNANTO, SH selaku Kasatgas Ops Bina Kusuma Mahakam 2017 dan personel Sat Binmas yang dipimpin oleh Kanit Bintibmas dan Kanit Bin Polmas Polres Kukar, IPTU SUJARWO melaksanakan Binluh kepada warga masyarakat atau seseorang yang di duga menjadi preman  di wilayah Kab. Kutai Kartanegara. Kamis (03/8/2017), pukul 10.30 wita.

Bahwa saat ini Polri sedang melaksanakan Operasi Bina Kusuma 2017 dengan Sasaran Preman dan Premanisme. Tempat hiburan, developer perusahaan tambang, perkebunan, pertokoan, lokasi parkir, pemukiman penduduk, perkantoran, pelayanan publik yang digunakan tempat mangkal adanya premanisme atau kelompok yang mengatasnamakan orang yang membuat keresahan Masyarakat sekitar lingkungan maupun secara luas Guna mencegah terjadinya tindak Pidana, selanjutnya dalam kegiatan Operasi ini petugas satgas melakukan pembinaan dan penyuluhan dan satgas binluh memberikan himbauan agar tidak melalukan kembali hal tersebut dan bisa melakukan hal-hal yang lebih positif dan tidak mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Di ruang kerja Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Fadillah Zulkarnaen, S.IK, SH melalui Kasat Binmas EKO ACHANTO, SH mengatakan bahwa Kegiatan Operasi Bina Kusuma merupakan kegiatan yang di fokuskan pada pemberatasan Preman dan Premanisme khususnya di Wilayah Hukum Polres Kutai Kartanegara agar terciptanya situasi yang aman dan Kondusif, ungkapnya (Hard/16-BMS).

CIPTAKAN KAMTIBMAS YANG KONDUSIF , SAT BINMAS POLRES KUKAR MELAKSANAKAN OPERASI BINA KUSUMA MAHAKAM 2017

POLRES KUKAR-SAT BINMAS. Dipimpin Kasat Binmas Polres Kukar AKP EKO ACHNANTO, SH selaku Kasatgas Ops Bina Kusuma Mahakam 2017 dan personel Sat Binmas yang dipimpin oleh Kanit Bintibmas dan Kanit Bin Polmas Polres Kukar, IPTU SUJARWO melaksanakan Binluh kepada warga masyarakat atau seseorang yang di duga menjadi preman  di wilayah Kab. Kutai Kartanegara. Kamis(02/8/2017), pukul 11.30 wita.

Bahwa saat ini Polri sedang melaksanakan Operasi Bina Kusuma 2017 dengan Sasaran Preman dan Premanisme. Tempat hiburan, developer perusahaan tambang, perkebunan, pertokoan, lokasi parkir, pemukiman penduduk, perkantoran, pelayanan publik yang digunakan tempat mangkal adanya premanisme atau kelompok yang mengatasnamakan orang yang membuat keresahan Masyarakat sekitar lingkungan maupun secara luas Guna mencegah terjadinya tindak Pidana, selanjutnya dalam kegiatan Operasi ini petugas satgas melakukan pembinaan dan penyuluhan dan satgas binluh memberikan himbauan agar tidak melalukan kembali hal tersebut dan bisa melakukan hal-hal yang lebih positif dan tidak mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Tampak dalam gambar Kanit Bintibmas sedang bertemu dengan seseorang yang berinisial BS dan BD di Kec. Sebulu Kec. Tenggarong sedang di berikan Binluh oleh petugas Satgas.

Di ruang kerja Kapolres Kutai Kartanegara melalui Kasat Binmas EKO ACHANTO, SH mengatakan bahwa Kegiatan Operasi Bina Kusuma merupakan kegiatan yang di fokuskan pada pemberatasan Preman dan Premanisme khususnya di Wilayah Hukum Polres Kutai Kartanegara agar terciptanya situasi yang aman dan Kondusif, ungkapnya (Hard/16-BMS).

Sat lantas kukar : Polantas sosialisasikan stop kecelakaan dan pelanggaran, dalam rangk tahun keselamatan

 

Sat lantas Kukar.02/08/2017_Satuan Lalu Lintas Polres Kutai Kartanegara melaksanakan Sosialisasi tertib berlalulintas di Jalan KH.muksin, Tenggarong Kukar. Kegiatan ini merupakan kegiatan Safety Humanity dalam rangka tahun Keselamatan untuk Manusia.

Kapolres Kukar AKBP Fadillah Zulkarnaen melalui Kasat lantas AKP Ramadhanil mengatakan, tujuan kegiatan ini guna menjalin sinergitas antara Polri dan Masyarakat serta mempererat tali silaturahim, juga memberikan pengetahuan tentang tertib berlalulintas kepada masyarakat sehingga dapat menekan angka lakalantas serta menciptakan kamseltibcarlantas di wilayah hukum polres kukar. (S17)

Sat lantas kukar : Memperingati tahun keselamatan, polantas berikan sosialisasi kepada masyarakat

 

Sat lantas Kukar.02/08/2017_ Personil sat lantas tidak henti hentinya selalu memberikan himbauan atau sosialisasi kepada pengendara. Salah satu sosialisasi ini adalah melalui penyebaran brosur himbauan atau pelayanan lalulintas kepada pengendara , ucap Kasat lantas Kukar AKP Ramadhanil SH SIK melalui Kanit turjawali Iptu Basuki (S16) .